Feeds:
Posts
Comments

Bulan September dan Oktober lalu bisa jadi menjadi puncak konsumsi sebagian masyarakat Indonesia. Momentum puasa dan lebaran Idul Fitri adalah momentum yang dimanfaatkan oleh produsen untuk menggenjot penjualan mereka. Hampir seluruh sektor perekonomian menggeliat pada bulan-bulan itu.

 

Waktu pun berjalan, lebaran telah usai…artinya bagi produsen dan penggerak konsumsi adalah :”pesta sudah usai”. Namun tidak demikian bagi perusahaan-perusahaan yang tengah berada dalam industri hypercompetition. Lengah sedikit, kompetitor akan menggerus market share. Bagi perusahaan-perusahaan ini growth harus tetap dipertahankan sampai dengan final akhir tahun.

 

Nyatanya, secara sadar kemampuan konsumsi masyarakat telah menurun, secara attitude sudah mahfum apabila lebaran usai maka kadar belanja harus dikurangi. Kembali ke kehidupan nyata dengan segala keterbatasan (bukankah sebagian besar masyarakat konsumen Indoensia hidup dalam keterbatasan ?)

 

Apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan yang menuntut adanya growth secara simultan baik dari sisi produksi dan revenue nya?.tidak lain adalah menciptakan pesta baru. Pesta bukan karena momentum, tapi pesta yang membius konsumen antara tingkat kesadaran kemampuan daya beli dan tingkat emosionalnya.

 

Pada saat declining moment seperti paska lebaran, diferensiasi yang dibutuhkan adalah vallue added yang bisa ditawarkan kepada konsumen yang secara emosional nilainya lebih tinggi daripada sejumlah uang yang secara sadar dikeluarkan oleh konsumen lebih besar (mahal) diluar kebiasaannya.

delivery_order 

Pernah lihat iklan 24 hour delivery order nya salah satu fast food di Tv ? itu adalah salah satu contoh vallue added yang ditawarkan kepada konsumen. Secara sadar konsumen akan mengeluarkan biaya yang lebih mahal untuk fast food yang diantar ke rumah. Namun secara emosional, konsumen merasa mendapatkan nilai tambah yang jauh lebih besar dari sejumlah uang tambahan untuk jasa pengiriman. Konsumen tak perlu bingung keluar rumah mencari  makanan, tak perlu keluar ongkos BBM, atau mungkin tak perlu kehujanan, kedinginan, dll. Apalagi di saat musim hujan seperti ini, jasa delivery order akan panen.

 

Nah, vallue added apa yang akan anda tawarkan kepada kami untuk pesta anda ?

Mahluk Sosial yang Maya

Masih ingat, dalam salah satu konsepsi interaksi manusia disebutkan bahwa manusia adalah mahluk sosial. Mahluk yang tidak bsia hidup sendiri dan membutuhkan interaksi dengan orang lain.

Ejahwantah mahluk sosial ini terwujud dari kegiatan yang (katanya) sejak moyang kita sudah dilakukan adalah gotong royong, silaturahmi, saling berkunjung, bertegur sapa, bahu membahu, dll. Mahluk sosial yang baik adalah mahluk yang tidak menutup diri, yang senantiasa bisa berbaur, berhubungan, dan bermasyarakat.

Satu dekade terakhir perkembangan tekhnologi informasi telah berkembang sebegitu hebatnya, hingga norma dan tatanan bermasyarakat pun mengalami pergeseran. Mudahnya kita menelpon secara bergerak (mobile phone, celluler), berbincang secara tekstual (chatting), berkirim surat elektronik (e-mail) dan sebagainya.

berbagai kemudahan komunikasi yang dipersembahkan oleh tekhnologi terkini mulai menggeser makna mahluk sosial ini. Sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya hehe…), sekilas dia tampak seperti seorang gadis yang pendiam, tidak pernah keluar rumah,d an tidak punya banyak teman. Teman-temannya di sekolah ada yang menyebutnya tertutup, misterius, atau introvert.

Tapi ketika dikonfirmasi ke Bunga (cie…ala infotainment), ternyata apa yg dilakukan di rumah?
“saya nggak introvert kok, saya orangnya blak-blak an aja, saya punya ratusan hingga ribuan teman di seluruh dunia. Saya selalu berbincang dan berkenalan dengan banyak orang baru…hidup saya begitu menyenangkan bisa bersosialiasi dengan berbagai karakter orang dari berbagai golongan di seluruh belahan dunia”, seru Bunga

Bagaimana cara Bunga memaknai mahluk sosial yg selalu berinteraksi dan bersosial ? laptop yang terhubung dengan modem adalah jawabnya. Dari situ lah Bunga berkenalan dengan dunia melalui messenger, chatting, punya 1000 teman di friendster, 1000 teman di facebook, berbalas email dengan ribuan anggota mailing list hobi, dll.

Bunga memang bersosialisasi, Bunga memang berinteraksi….tapi secara maya.

Autis-an Blackberry

boldSejak diperkenalkan pertama kali secara commercial publish pada tahun 2005, Blackberry memulai era baru komunikasi digital bergerak. Brand besutan RIM (Research In Motion) mengenalkan tekhnologi push email, always on-always connected. Artinya, adan akan selalu terhubung dengan jaringan data nirkabel (GPRS) selama 24 jam non stop dan bisa berkirim – terima email secara realtime sebagaimana anda berkirim – terima SMS.

 

RIM memperkenalkan blackberry dengan menggandeng operator-operator besar di berbagai belahan dunia, salah satunya pertama kali di Indonesia RIM menggandeng Indosat.

 

Tiga tahun perkembangannya, blackberry semakin menggurita, penetrasinya sangat cepat ke berbagai penjuru dunia. Di lounge bandara, di salon, di café, mall, sampai aloon-aloon anda sekarang bisa menemui orang-orang yg asyik dengan blackberry mereka. Sekilas mereka seperti berkirim SMS, namun dilihat dari lamanya berkutat dengan handheld, anda akan mengira mereka sedang bermain games. Tapi apa nyatanya? Mereka sedang berkirim email !

 

Wow, email yg dulu menjadi alat komunikasi kantoran, sekarang dengan mudah menjadi media komunikasi mobile. Di Indonesia, operator menerapkan tariff flat / unlimited bulanan bagi pelanggan blackberry. Dengan merogoh kocek sekitar 200 ribuan per bulan, anda bisa menikmatu push email tak terbatas sampai dengan 10 account email. Anda pun bebas berselancar di dunia maya melalui handheld blackberry (apn blackberry), chatting, maupun blogging.

 

Kebutuhan email yang awalnya sekitar 10 email perhari mendadak menjadi ratusan hingga ribuan email perhari. Dengan semakin menjamurnya komunitas maya dalam bentuk mailing list, semakin mempercepat penyebaran informasi melalui email.

 

Bayangkan saja dengan bergabung sebuah mailing list beranggotakan 1000 orang, cukup kirim satu kali pesan maka pesan anda akan menyebar secepat virus dalam bentuk broadcast ke seluruh anggota dalam hitungan detik saja.

 

Makanya, jangan heran jika anda melihat seseorang sibuk memainkan jemarinya diatas keypad blackberry hingga berjam-jam sampai lupa makan, minum, bahkan cuek dengan lingkungan sekitarnya. Hebohnya lagi, banyak juga pengguna Blackberry online 24 jam membaca dan membalas email baik itu laki-laki, perempuan, muda, tua, dari berbagai kalangan profesi. Kegiatan itu di kalangan pengguna gadget sering dibilang autis-an yang diambil dari salah satu nama kelainan kejiwaan pada seorang anak yang terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Anda termasuk ?